
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mewacanakan perubahan nama sejumlah gedung ikonik milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Wacana ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan mengenang jasa para bupati terdahulu yang membangun gedung-gedung tersebut.
Menurut Sugiri, perubahan nama akan disesuaikan dengan nama bupati yang menjabat saat gedung tersebut dibangun. Misalnya, Gedung Terpadu yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, diwacanakan berganti nama menjadi Gedung Haji Amin, sedangkan Gedung Graha Krida Praja akan diubah menjadi Gedung Haji Markum Singodjimejo.
“Ini bentuk legacy untuk para pendahulu yang juga telah melakukan pekerjaan besar dan meninggalkan jejak bersejarah. Kita beri tanda agar perjalanan peradaban ini tertata oleh legacy, ada literasi,” ujar Sugiri, Jumat (23/5/2025).
Gedung Graha Krida Praja sendiri saat ini menjadi gedung utama perkantoran Pemkab Ponorogo, dengan delapan lantai yang ditempati berbagai dinas dan instansi. Sedangkan Gedung Terpadu menjadi salah satu pusat pelayanan pemerintahan yang strategis.
Sugiri juga menambahkan, selain dua gedung tersebut, akan ada gedung-gedung lain yang menyusul untuk diubah namanya sesuai konteks sejarah pembangunan masing-masing. Langkah ini diharapkan tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga memperkuat identitas dan literasi sejarah lokal bagi generasi mendatang.



