Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Mei
  • 22
  • Kemarau Tapi Hujan, Tanaman Padi yang Roboh Saat Panen Akhirnya Dijual dengan Sistem Tebas
  • Headline
  • Jelajah

Kemarau Tapi Hujan, Tanaman Padi yang Roboh Saat Panen Akhirnya Dijual dengan Sistem Tebas

Gema Surya FM Kamis 22 Mei 2025 | 11:51 WIB
ambruk

Kemarau namun masih ada hujan berdampak pada hasil pertanian khususnya tanaman padi yang ada di Ponorogo. Bagi petani yang masa panennya akhir  diprediksi banyak yang mengalami kerugian.

Seperti disampaikan Suwarni, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

“Banyak tanaman padi yang ambruk karena hujan disertai angin kencang yang terjadi sepanjang bulan Mei,” ujar Suwarni, Kamis (22/5).

Akibatnya, banyak petani terpaksa menjual padinya secara ditebas atau diborong dengan harga di bawah standar. Ia menjelaskan, jika biasanya satu kotak sawah yang menghasilkan satu ton gabah bisa dijual hingga Rp9 juta, kini hanya dihargai sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta sesuai kesepakatan antara petani dan pedagang.

“Selain itu, untuk yang tetap panen menggunakan mesin combi, biayanya jadi lebih mahal karena posisi padi yang roboh membuat proses panen lebih sulit,” imbuhnya.

Kondisi ini banyak ditemukan di wilayah Babadan dan Sukorejo, di mana padi baru memasuki masa panen pada akhir musim tanam.

“Normalnya, musim kemarau sudah masuk sejak April lalu. Tapi hingga pertengahan Mei ini, hujan masih sering turun dan intensitasnya juga cukup tinggi,” jelas Suwarni.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: KPU Ponorogo Kembalikan Silpa 4,4 M dari Penyelenggaraan Pilkada 2024
Next: Pembukaan Grebeg Syuro 2025, Pemkab Ponorogo Bakal Datangkan Artis/Band Ibu Kota

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.