Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Mei
  • 9
  • Peternak Keluhkan Maraknya Peredaran Telur HE di Pasaran, Barang Melimpah Serapan Rendah
  • Jelajah

Peternak Keluhkan Maraknya Peredaran Telur HE di Pasaran, Barang Melimpah Serapan Rendah

Gema Surya FM Jumat 9 Mei 2025 | 13:39 WIB
telurr

Harga telur ayam pasca Lebaran 2025 hingga kini terpantau stabil di kisaran Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram di tingkat pengecer. Namun, stabilnya harga tersebut belum mampu memberikan keuntungan signifikan bagi peternak ayam petelur. Bahkan, di tingkat kandang, harga jual masih berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP).

Kondisi ini membuat banyak peternak harus bersabar karena keuntungan yang diperoleh sangat tipis. Salah satunya diungkapkan oleh Eny, peternak ayam petelur asal Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.

“Stok telur di kandang sebenarnya melimpah, tapi serapannya rendah. Salah satu penyebabnya karena banyak beredar telur jenis hatched egg (HE) yang dijual murah di pasaran,” ujarnya, Jumat (9/5).

Telur HE diketahui sebagai telur hasil penetasan yang gagal menetas dan akhirnya dijual murah untuk konsumsi. Keberadaan telur jenis ini membuat persaingan harga semakin tidak sehat bagi peternak konvensional.

Selain itu, Eny menyebut waktu chick in atau pemasukan anak ayam (DOC) ke kandang yang bersamaan membuat panen telur terjadi dalam waktu yang hampir serentak. Hal ini menyebabkan overproduksi di pasaran.

“Karena panennya bareng, suplai jadi berlebihan. Ini juga bikin harga susah naik dalam beberapa minggu terakhir,” keluhnya.

Upaya kerja sama dengan pemerintah sebenarnya sudah dilakukan, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap telur dari peternak. Namun, Eny menyebut penyerapan masih kecil karena program MBG belum merata.

“Saat ini baru satu titik yang menyerap. Kalau bisa merata, itu sangat membantu peternak,” jelasnya.

Meski demikian, ia bersyukur karena harga pakan saat ini belum mengalami kenaikan signifikan, sehingga beban biaya produksi masih bisa ditekan.

“Untungnya harga pakan stabil, jadi kami masih bisa sedikit bernafas,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Aksi Bumil Curi Kosmetik di Toko Jalan Gajahmada Ponorogo, Viral di Medsos
Next: Wisuda ke-58 UMPO: 353 Lulusan Bersiap Menyongsong Tantangan Baru dengan Semangat Baru

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.