
Kebutuhan kelapa di Ponorogo masih dicukupi dari luar daerah. (Foto/Ilustrasi)
Produksi buah kelapa di Ponorogo terus mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini diungkapkan oleh Endah Widuri Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan, menyikapi mahalnya harga kelapa belakangan ini.
Menurut Endah, luasan lahan yang ditanami pohon kelapa juga semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena sebagian besar pohon sudah berusia tua, sehingga produksinya otomatis menurun. Jika dihitung, penurunannya mencapai sekitar 25 persen.
“Sebenarnya kami telah memberikan bantuan bibit kepada petani sejak tahun 2022, namun jumlahnya masih terbatas,” terangnya saat dikonfirmasi Selasa (22/04)
Ia menambahkan, bibit tersebut membutuhkan waktu lima hingga enam tahun untuk mulai berbuah.
Pihaknya juga tidak menampik bahwa produksi kelapa di Ponorogo belum mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal. Akibatnya, pasokan kelapa harus didatangkan dari Kabupaten Trenggalek, bahkan dari luar Pulau Jawa.



