Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Maret
  • 13
  • Tanaman Padi di Wilayah Babadan Diserang 3 OPT Sekaligus
  • Jelajah

Tanaman Padi di Wilayah Babadan Diserang 3 OPT Sekaligus

Gema Surya FM Kamis 13 Maret 2025 | 11:53 WIB
pari

Para petani di wilayah Babadan menghadapi tantangan besar akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang meliputi jamur, kaper, dan walang sangit. Akibatnya, mereka harus melakukan penyemprotan obat-obatan secara intensif untuk melindungi tanaman padi mereka.

Sugeng, seorang petani di Jalan Sidomulyo, Babadan, mengungkapkan bahwa serangan tiga jenis OPT yang berbeda membuatnya harus melakukan penyemprotan secara bergantian.

“Untuk jamur, saya pakai fungisida, lalu besoknya ganti menyemprot dengan insektisida. Karena harus terus dilakukan, biaya perawatan musim tanam kali ini jadi cukup besar,” ujar Sugeng, Rabu (13/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa tanaman padi yang terserang berusia 55 hari atau memasuki fase generatif saat bunga malai mulai muncul. Serangan jamur terutama terlihat pada daun yang menghitam karena munculnya totol-totol. Varietas padi yang paling banyak terdampak adalah jenis Sunggal.

“Sebenarnya sudah dilakukan antisipasi, tapi masih tetap terserang. Kalau tidak segera diobati, bisa berdampak pada produktivitas panen nanti,” tambahnya.

Petani menduga bahwa curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor meningkatnya serangan OPT di wilayah Babadan. Mereka berharap ada dukungan dari dinas terkait untuk mengatasi masalah ini agar hasil panen tetap optimal.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Warga Suka Beli Baju Via Online, Penjahit Pakaian Banjir Order Permak
Next: Puncak Arus Balik, di Daops 7 Madiun Penumpang Mencapai 15 Ribu Lebih di H+ 3 Lebaran

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.