Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Maret
  • 13
  • Tanaman Padi di Wilayah Babadan Diserang 3 OPT Sekaligus
  • Jelajah

Tanaman Padi di Wilayah Babadan Diserang 3 OPT Sekaligus

Gema Surya FM Kamis 13 Maret 2025 | 11:53 WIB
pari

Para petani di wilayah Babadan menghadapi tantangan besar akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang meliputi jamur, kaper, dan walang sangit. Akibatnya, mereka harus melakukan penyemprotan obat-obatan secara intensif untuk melindungi tanaman padi mereka.

Sugeng, seorang petani di Jalan Sidomulyo, Babadan, mengungkapkan bahwa serangan tiga jenis OPT yang berbeda membuatnya harus melakukan penyemprotan secara bergantian.

“Untuk jamur, saya pakai fungisida, lalu besoknya ganti menyemprot dengan insektisida. Karena harus terus dilakukan, biaya perawatan musim tanam kali ini jadi cukup besar,” ujar Sugeng, Rabu (13/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa tanaman padi yang terserang berusia 55 hari atau memasuki fase generatif saat bunga malai mulai muncul. Serangan jamur terutama terlihat pada daun yang menghitam karena munculnya totol-totol. Varietas padi yang paling banyak terdampak adalah jenis Sunggal.

“Sebenarnya sudah dilakukan antisipasi, tapi masih tetap terserang. Kalau tidak segera diobati, bisa berdampak pada produktivitas panen nanti,” tambahnya.

Petani menduga bahwa curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor meningkatnya serangan OPT di wilayah Babadan. Mereka berharap ada dukungan dari dinas terkait untuk mengatasi masalah ini agar hasil panen tetap optimal.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Akun “Dana” Dibajak Orang Tak Dikenal, Warga Pulosari Jambon Kehilangan Uang 17 Juta Rupiah
Next: Dindik Jatim Larang Sekolah Gelar Wisuda dan Purnawiyata, Ini Tanggapan MKKS SMA Swasta

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.