Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg
  • Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini
  • Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban
  • Sapi Bantuan Presiden untuk Ponorogo Disalurkan ke Masjid Jami’ Tegalsari Jetis
  • Pangdam V Brawijaya Tinjau Persiapan Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Pulung
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Februari
  • 24
  • Tanam Padi Tidak Serentak Penyebab Serangan Burung Pipit di Kelurahan Pinggirsari Ponorogo
  • Jelajah

Tanam Padi Tidak Serentak Penyebab Serangan Burung Pipit di Kelurahan Pinggirsari Ponorogo

Gema Surya FM Senin 24 Februari 2025 | 11:26 WIB
Manukk

Serangan ribuan burung emprit terhadap tanaman padi di Kelurahan Pinggirsari terjadi akibat petani tidak melakukan penanaman padi secara serentak. Hal itu disampaikan oleh Suwarni, Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

“Pola tanam yang tidak serentak membuat burung pipit selalu ada sepanjang tahun. Ketika mengetahui ada tanaman padi yang sudah keluar malai lebih dulu, maka akan menjadi santapan burung,” ujar Suwarni.

Menurutnya, kondisi ini semakin diperparah jika luas lahan yang ditanami tidak besar. “Jika luasannya tidak luas, serangan burung akan terpusat pada tanaman padi yang sudah jebul, sebab kawasan lainnya belum siap panen,” tambahnya.

Suwarni menyarankan agar petani memasang jaring penutup di lahan pertanian mereka atau secara telaten menghalau burung dengan bunyi-bunyian maupun menjaga sawah dari pagi hingga petang.

“Sejauh ini, baru Kecamatan Kota yang melaporkan adanya serangan burung emprit. Namun, untuk luasan lahan yang diserang, pihak kami masih melakukan pendataan,” katanya.

Ia berharap agar kejadian ini tidak terulang. “Saat musim tanam berikutnya, petani sebaiknya melakukan penanaman secara serentak. Selain itu, jenis varietas yang ditanam juga turut mempengaruhi risiko serangan burung,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Harga Kelapa Naik, Konsumen Buru Santan Instan Cair, Stok Pedagang Banyak yang Kosong
Next: 3 Tahun Terakhir, Produksi Kelapa di Ponorogo Turun 25 Persen

Related Stories

Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:41 WIB
Enam sapi di bagikan Pemkab Ponorogo saat idul adha tahun ini (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:34 WIB
mushola di dukuh krajan desa Wonodadi Ngrayun dapat bantuan hewan kurban (foto: Hengki)
  • Headline
  • Jelajah

Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:20 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.