Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Juli
  • 2
  • Harga Kopi Naik 2 Kali Lipat, Petani di Desa Talun Ngebel Sumringah
  • Jelajah

Harga Kopi Naik 2 Kali Lipat, Petani di Desa Talun Ngebel Sumringah

Gema Surya FM Selasa 2 Juli 2024 | 10:22 WIB
kopi

Situasi kontras terjadi di dua desa di Ponorogo. Di saat petani tomat di Pudak Kulon merana akibat harga jual tomat yang anjlok, petani kopi di Desa Talun Ngebel tengah bersuka cita lantaran harga kopi yang melonjak tajam.

Sejak dua bulan terakhir, harga kopi di Desa Talun Ngebel mengalami kenaikan signifikan. Untuk jenis arabika saja, harga biji kopi siap goreng melonjak dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

Warato, Kepala Desa Talun Ngebel, menyebut harga tersebut berlaku untuk biji kopi siap goreng dengan masa petik yang lama.

“Untuk yang sudah diproses menjadi bubuk kopi siap seduh, harganya lebih mahal lagi,” ujar Warato.

Warato juga menambahkan, pihaknya selalu menyarankan petani untuk tidak menjual biji kopi dalam bentuk mentah ke luar desa, melainkan sudah diproses menjadi bubuk kopi.

“Sejak tujuh tahun terakhir, UMKM di Dukuh Krajan dan Serayu telah memproses biji kopi mentah menjadi bubuk kopi. Hanya saja, untuk menjaga kualitas, produksinya masih berdasarkan pesanan,” jelasnya.

Kopi Talun Ngebel juga dipromosikan pada berbagai acara. Saat perayaan Grebeg Suro, kopi Talun Ngebel dijual di stand pameran di Alun-Alun Ponorogo dan setiap akhir pekan di objek wisata Telaga Ngebel. Di wilayahnya, sekitar 70 persen warganya menanam kopi dengan sistem tumpang sari. Selain kopi, saat ini juga mulai dikembangkan tanaman tembakau.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Laka Tunggal di Desa Sidoharjo Pulung, Pengendara N Max Meninggal Dunia
Next: MHR Pengusaha Asal Bogor Akhirnya Resmi Daftar Bacabup Lewat PKB

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.