
ilustrasi jagung jagung yang di curi di ladang (foto: ilustrasi)
Warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo dihebohkan dengan kasus pencurian jagung siap panen yang ditanam petani di kawasan lahan Perhutani. Peristiwa tersebut membuat petani resah karena tanaman yang sudah menunggu masa panen tiba-tiba hilang.
Kamituwo Dusun Dungus, Suprianta, mengatakan ada beberapa warga yang dikabarkan menjadi korban pencurian. Namun yang dipastikan olehnya adalah milik Warsito, warga RT 01 RW 01 Dusun Dungus.
“Yang saya ketahui pasti milik Pak Warsito. Saat mengecek lahannya, jagung yang sudah siap panen ternyata sudah habis diambil orang,” ujar Suprianta.
Menurutnya, sebagian besar petani di wilayah tersebut memanfaatkan lahan Perhutani untuk menanam jagung. Kondisi lahan yang jauh dari permukiman membuat pengawasan menjadi sulit dilakukan.
“Hampir semua petani di sini menanam jagung di lahan Perhutani. Jarak lahan dengan rumah cukup jauh sehingga sulit dipantau setiap saat,” jelasnya.
Suprianta menduga pelaku beraksi pada malam hari dengan menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut hasil curian.
“Kami menduga pelaku datang malam hari menggunakan pikap karena jumlah jagung yang hilang cukup banyak dan sudah siap panen,” katanya.
Selain kasus pencurian jagung, Suprianta juga menerima informasi adanya warga di wilayah Suren yang kehilangan tanaman cabai rawit yang juga sudah siap dipanen.
“Informasinya tidak hanya jagung. Ada juga warga yang kehilangan cabai rawit siap panen. Kondisi ini tentu membuat petani resah karena hasil kerja mereka bisa hilang menjelang panen,” pungkasnya.
Warga berharap aparat terkait dapat meningkatkan patroli dan membantu mengungkap pelaku pencurian agar kejadian serupa tidak kembali terulang.



