
Selama bulan suci Ramadan, jumlah pendonor di Palang Merah Indonesia Kabupaten Ponorogo mengalami penurunan hingga 20 persen. Kondisi tersebut berdampak pada menipisnya stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Ponorogo.
Penanggung jawab administrasi UTDC PMI Ponorogo, Hendra, mengungkapkan bahwa pada awal puasa stok golongan darah A sempat berada pada angka kritis.
“Di awal Ramadan, golongan darah A sempat menipis, hanya tersedia sekitar 30 sampai 40 kantong. Padahal dalam kondisi normal, stok bisa mencapai 140 hingga 150 kantong darah,” ujarnya.
Menipisnya stok darah saat bulan puasa, lanjut Hendra, merupakan kondisi yang kerap terjadi setiap tahun.
“Biasanya di awal-awal Ramadan, para pendonor masih menjaga kondisi tubuhnya sehingga belum banyak yang mendonorkan darah,” jelasnya.
Selain itu, faktor cuaca juga turut memengaruhi turunnya jumlah pendonor.
“Cuaca yang sering hujan pada sore hingga malam hari membuat masyarakat enggan datang ke unit transfusi darah PMI,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah, pihaknya telah menghubungi sejumlah kelompok karang taruna guna menggelar kegiatan donor darah massal.
“Kami sudah menjadwalkan donor darah massal di 35 titik, dengan target bisa memperoleh sekitar 800 sampai 900 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan hingga pasca Lebaran,” terang Hendra.
Puluhan titik yang menjadi sasaran kegiatan tersebut di antaranya masjid, pusat keramaian masyarakat, serta kelompok karang taruna di berbagai wilayah Ponorogo.



