
Memasuki hari-hari awal Ramadan, permintaan roti basah di Ponorogo mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu pengusaha roti basah asal Kalimalang Sukorejo Ponorogo, Hestin, mengaku kebanjiran pesanan sejak akhir pekan lalu.
“Mulai Jumat, 20 Februari 2026 kemarin, penjualan sudah ada kenaikan. Biasanya di hari biasa hanya sekitar 2 ribu biji, sekarang sudah tembus 3 ribu biji atau naik sekitar 50 persen,” ujar Hestin saat ditemui di tempat produksinya.
Menurutnya, lonjakan permintaan ini dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk sajian takjil berbuka puasa. Roti basah menjadi salah satu pilihan favorit karena praktis dan harganya terjangkau.
“Biasanya roti-rotinya ini untuk takjil. Banyak pedagang yang ambil untuk dijual lagi saat sore hari,” jelasnya.
Hestin menambahkan, tren kenaikan diperkirakan masih akan terus berlanjut. Bahkan, ia memprediksi permintaan akan semakin tinggi memasuki pertengahan Ramadan.
“Biasanya nanti mulai H+10 Ramadan akan naik lagi. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya memang seperti itu,” ungkapnya.
Selama ini, Hestin memasarkan produknya ke Pasar Stasiun serta Pasar Grosir eks RSUD dr Harjono, selain juga menyuplai sejumlah pedagang pasar di beberapa kecamatan.
Meski permintaan meningkat cukup tajam, ia mengaku belum berencana menambah tenaga kerja. Saat ini, usaha roti basahnya ditopang sembilan karyawan.
“Untuk sementara belum tambah karyawan, masih bisa kami atur dengan sembilan orang yang ada,” katanya.
Ia juga memastikan harga jual roti basah belum mengalami kenaikan, meskipun beberapa bahan baku mulai naik.
“Alhamdulillah harga masih tetap, meski ada bahan baku yang naik. Kami masih menyesuaikan supaya pelanggan tidak keberatan,” tutupnya.



