
Foto : Ilustrasi
Pemerintah Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, siap membantu pemulangan Surati, warga RT 02 RW 04 Dukuh Karang Rejo, desa setempat. Wanita 50 tahun itu dikabarkan terdampar di Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, setelah menjadi korban pencopetan saat berada di dalam bus perjalanan dari Kalimantan Timur menuju Kalimantan Tengah.
Saat ini, Surati ditampung oleh orang baik di sana yang kemudian memposting informasinya di media sosial dengan harapan pihak keluarga di Sooko mengetahui keberadaannya.
Carik Desa Ngadirojo, Sooko, Gunanto, saat dikonfirmasi mengaku siap membantu proses pemulangan asalkan Surati bersedia kembali ke Ponorogo. Pasalnya, yang bersangkutan masih memiliki seorang ibu yang sudah renta, yakni Bu Komsatun, yang hidup sebatang kara, sehingga kepulangan anaknya sangat dinantikan.
Lebih lanjut dijelaskan, pihak desa mengetahui keberadaan warganya di Kalimantan Tengah dari Facebook. Karena itu, pihaknya langsung mengirim pesan melalui inbox ke akun yang memposting informasi tersebut. Namun hingga Kamis, 19 Februari 2026, belum ada balasan.
Di desanya, Surati dikenal dengan nama Bibit. Ia sudah sekitar 15 tahun meninggalkan Kota Reog, Ponorogo, untuk bekerja di Kalimantan. Surati sempat pulang ke kampung halaman dan menikah dengan warga Suru, Sooko. Namun, ia kemudian kembali ke Kalimantan tanpa berpamitan dengan sang suami.
Sang suami pun hingga kini masih menunggu kepulangan istrinya dan berharap saat Lebaran nanti Surati sudah kembali berada di kampung halaman.



