
Seorang pedagang lalapan yang sehari-hari berjualan di kawasan Alun-Alun Ponorogo ditemukan warga dalam kondisi tergeletak lemas pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 21.15 WIB. Lelaki bernama Andre Kristianto (28) itu kemudian dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo oleh petugas kepolisian.
Peristiwa tersebut sempat ramai di media sosial setelah terekam dalam siaran langsung (live) oleh seorang wanita. Dalam video yang disaksikan ribuan penonton itu, sempat muncul komentar yang menyinggung petugas kepolisian karena dinilai tidak segera melakukan pertolongan, padahal ada anggota di lokasi.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Dul Haziz memberikan klarifikasi.
“Dalam live itu sempat ada yang menyinggung polisi tidak segera melakukan pertolongan, padahal anggota kami langsung bergerak cepat setelah menerima laporan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, begitu mendapat informasi, pihaknya segera memanggil ambulans untuk melakukan evakuasi. Saat itu kondisi korban masih dalam keadaan sadar.
“Korban saat ditanya masih sadar dan sabar menunggu tim medis datang. Namun karena muncul komentar negatif dari warganet, akhirnya korban kami antar ke rumah sakit menggunakan mobil SPKT Polres,” jelasnya.
AKP Dul Haziz menambahkan, Andre diketahui sudah lama mengidap penyakit hipertiroid. Pada malam kejadian, kondisi tubuhnya mendadak lemas dan gemetar sehingga tidak mampu melanjutkan aktivitas berjualan.
“Yang bersangkutan memang memiliki riwayat hipertiroid. Malam itu kondisinya drop, tubuhnya lemas dan gemetar,” terangnya.
Andre merupakan warga Panggul, Trenggalek, sementara pihak keluarganya berada di Jombang. Setelah memastikan korban mendapatkan penanganan medis, polisi juga menghubungi keluarga dan melakukan penjemputan saat tiba di Terminal Seloaji.
“Kami hubungi keluarganya dan juga melakukan penjemputan saat sampai di Terminal Seloaji agar bisa langsung mendampingi korban,” pungkasnya.



