
Gambar ilustrasi
SIMAN – Ada saja modus penipuan menggunakan tren maraknya belanja daring. Modus kali ini ialah paket dengan sistem bayar di tempat (cash on delivery/COD) tiba-tiba datang ke rumah, padahal tidak ada yang memesan.
Kejadian itu dialami Sri Hartatik, warga Desa Ngabar, Siman. Pada Jumat pagi, 6 Januari 2026, seorang kurir tiba-tiba mengantar paket ke alamat rumahnya yang ditujukan untuk suaminya.
Karena posisi suaminya berada di kantor, ia pun membayarnya. Paket tersebut berupa pompa galon elektrik senilai Rp18 ribu. Setelah suaminya pulang ke rumah dan ditanya, ternyata ia tidak pernah memesan apa pun, apalagi menggunakan sistem COD lewat toko daring.
Lucunya lagi, pada sore hari ada kurir lain yang juga membawa paket ke rumahnya dengan alamat tujuan suaminya. Barangnya pun sama, yakni pompa galon elektrik yang diperkirakan berasal dari toko serupa. Karenanya, langsung ia tolak meski sempat berdebat dengan kurir.
Dirinya merasa heran karena dalam satu hari mendapat kiriman paket, padahal anggota keluarganya tidak ada yang memesan.
Sebelumnya memang ada kejadian serupa dan selalu ia bayar lantaran harganya tidak mahal dan seputar barang-barang rumah tangga.
Namun, kebiasaan itu yang barangkali membuat si penipu ketagihan sehingga mengirimkan produknya yang tidak laku agar bisa dibeli konsumen.
Kini ia memilih tegas untuk menolak kiriman paket sistem COD jika fiktif dan berharap kejadian tersebut tidak berulang kepada konsumen lainnya. (rl/ab)



