
Panti Duafa Manula Jetis, Ponorogo, Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB mendadak ramai. Lembaga kesejahteraan sosial tersebut kedatangan tamu tak diundang dalam kondisi tanpa busana sambil berteriak-teriak di depan pagar panti.
Praktis, para penghuni panti keluar untuk melakukan pengecekan. Tamu tersebut diketahui berinisial R, seorang pemuda asal Desa Tranjang, Kecamatan Siman, Ponorogo, yang sebelumnya pernah menjadi pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di panti tersebut.
Pengelola Panti Duafa Manula Jetis, Rama Philip, mengungkapkan bahwa saat ini yang bersangkutan telah diamankan dan ditempatkan di ruang isolasi panti. Langkah itu dilakukan karena kondisinya belum stabil dan dinilai dapat membahayakan penghuni lainnya.
Rama menjelaskan, pemuda yatim piatu berusia 23 tahun tersebut sebelumnya pernah dirawat hingga dinyatakan sembuh. Namun, setelah keluar dari panti, gangguan yang dialaminya kembali kambuh.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat kambuh pemuda tersebut sempat meresahkan warga, namun belum sempat dievakuasi karena justru datang sendiri ke panti.
Pihak panti telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dengan harapan R dapat kembali menjalani perawatan di Panti Duafa Manula Jetis hingga kondisinya benar-benar pulih.



