
Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM Jawa Timur akan membangun sumur bor bagi warga terdampak banjir di Aceh. Sumur bor tersebut nantinya akan menyuplai kebutuhan air bersih di dua desa, yakni Desa Serba dan Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.
Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC Jatim, Edy Suwito, yang juga tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Muhammadiyah (RSUM) Ponorogo, menjelaskan bahwa air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi warga terdampak. Saat ini masyarakat masih mengandalkan sumber air yang terbatas.
Beruntung, saat ini masih musim penghujan sehingga kebutuhan air relatif bisa tertangani karena sumber air masih mengalir. Namun, ketika memasuki musim kemarau, sumber air akan mengering atau debitnya berkurang. Karena itu, pembangunan sumur bor dengan kedalaman hingga 100 meter diharapkan dapat mencegah terjadinya krisis air bersih.
Pihaknya juga telah memanggil ahli geologi untuk mendeteksi titik-titik yang layak dijadikan lokasi pengeboran. Jika tidak ada kendala, sumur bor tersebut ditargetkan sudah bisa difungsikan saat Hari Raya Idulfitri mendatang.
Lebih lanjut, selama berada di lokasi bencana, tim MDMC juga memberikan terapi psikososial untuk menghibur warga terdampak. Berbagai kegiatan digelar agar warga tidak terus larut dalam kesedihan, mulai dari lomba untuk anak-anak hingga orang dewasa.
Salah satunya adalah lomba catur antarwarga yang memperebutkan sertifikat dan hadiah menarik.
Seperti diketahui, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM Jawa Timur kembali mengirimkan relawan pada masa tanggap darurat banjir di Aceh Tamiang gelombang kelima. Salah satunya perwakilan dari Ponorogo, Edy Suwito, yang bertugas menggantikan tiga relawan sebelumnya yang telah menyelesaikan masa tugasnya.



