
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM Jawa Timur akan membagikan ratusan magic com atau alat penanak nasi elektrik kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut menyasar sekitar 400 kepala keluarga di dua desa, yakni Desa Serba dan Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka.
Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC Jatim, Edy Suwito, mengatakan bantuan magic com diberikan karena banyak peralatan rumah tangga warga yang rusak maupun hilang akibat terjangan banjir.
“Banyak peralatan rumah tangga warga yang rusak dan hilang karena banjir, termasuk alat untuk memasak nasi. Padahal sebentar lagi memasuki bulan Ramadan, sehingga magic com sangat dibutuhkan saat puasa,” ujar Edy Suwito.
Edy yang juga tenaga medis di RSU Muhammadiyah (RSUM) Ponorogo itu menjelaskan, bantuan diberikan setelah pihaknya melakukan pendataan berdasarkan keluhan warga terdampak.
“Dari hasil pendataan, ada sekitar 400 kepala keluarga yang memang membutuhkan alat penanak nasi elektrik,” jelasnya.
Terkait ketersediaan listrik di lokasi terdampak, Edy memastikan tidak ada kendala berarti. Selama bertugas, relawan hanya mengalami dua kali gangguan listrik dan itupun berlangsung singkat.
“Selama kami di sini, hanya dua kali terjadi gangguan listrik dan tidak lama. Jadi bisa disimpulkan pasokan listrik sudah lancar dan tidak ada persoalan,” ungkapnya.
Sebelumnya, MDMC Jatim juga telah menyalurkan sejumlah bantuan lain, di antaranya paket laptop dan printer untuk empat SD dan satu TK, pemasangan toa, serta instalasi listrik di masjid dan musala.
Seperti diketahui, MDMC PWM Jawa Timur kembali mengirimkan relawan gelombang kelima untuk masa tanggap darurat di Aceh Tamiang. Salah satu relawan yang diberangkatkan adalah Edy Suwito dari Ponorogo, yang menggantikan tiga relawan sebelumnya setelah menyelesaikan masa tugas.
“Iya, ini gelombang kelima. Saya berangkat mulai 25 Januari 2026 dan insyaallah bertugas sampai 9 Februari nanti,” pungkas Edy.



