
Tingginya curah hujan di wilayah Ngebel, Ponorogo, menyebabkan pohon durian tidak bisa berbuah secara maksimal. Akibatnya, banyak petani harus merasakan gagal panen dalam beberapa tahun terakhir.
Di objek wisata Kampung Durian, Desa Ngrogung, Ngebel, aktivitas bahkan terpaksa tutup sementara. Dari ratusan tanaman durian yang ditanam, produksi buah sangat minim sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pengunjung.
Pengelola Kampung Durian, Bambang Subagyo, mengatakan sejak 2021 hingga saat ini para petani belum merasakan panen sesuai harapan.
“Sejak 2021 sampai sekarang kami belum benar-benar menikmati panen yang bagus. Hampir setiap tahun curah hujan tinggi terus,” ujarnya.
Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi membuat bunga durian mudah rontok sebelum menjadi buah. Kalaupun ada yang berbuah, rasanya kurang manis.
“Kalau pun jadi, rasanya hambar, tidak semanis biasanya. Bukan hanya durian, manggis juga terdampak,” jelasnya.
Seharusnya pada September lalu pohon mulai berbunga. Namun karena hujan turun hampir setiap hari, bunga rontok dan gagal menjadi buah.
Bambang menambahkan, sebenarnya banyak pedagang durian dari luar daerah yang ingin masuk ke Kampung Durian Ngrogung. Namun tawaran tersebut ditolak demi menjaga kualitas dan ciri khas durian lokal.
“Kami tetap mempertahankan durian asli Ngebel, seperti jenis Kenis Kanjeng yang sudah bersertifikat. Kami ingin menjaga kualitas,” tegasnya.
Dengan kondisi ini, para petani berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar produksi durian Ngebel kembali normal dan Kampung Durian bisa beroperasi penuh seperti sedia kala.



