
Guna menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran, Perum Bulog Ponorogo mulai menyalurkan minyak goreng rakyat Minyakita sejak awal tahun 2026. Sebanyak ratusan ribu liter Minyakita disiapkan untuk didistribusikan langsung dari produsen ke pengecer.
Pimpinan Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan total Minyakita yang akan disalurkan di wilayah kerjanya mencapai 107.770 liter yang mencakup Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.
“Total Minyakita yang kami siapkan untuk wilayah Ponorogo, Magetan, dan Pacitan sebanyak 107.770 liter,” ujar Budiwan Susanto.
Ia merinci, hingga saat ini sebagian Minyakita telah terdistribusi ke sejumlah daerah.
“Untuk yang sudah terdistribusi, di Kabupaten Magetan sebanyak 1.520 liter, Ponorogo 3.600 liter, dan Kabupaten Pacitan 4.500 liter,” jelasnya.
Menurut Budiwan, skema distribusi Minyakita dirancang langsung dari produsen ke pedagang pasar maupun pengecer lainnya agar penyaluran lebih terkontrol dan mudah terdata.
“Distribusi kami lakukan langsung dari produsen ke pedagang pasar dan pengecer agar lebih terkontrol serta tepat sasaran,” ungkapnya.
Budiwan menegaskan, Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter di tingkat konsumen akhir.
“Harga jual Minyakita mengikuti HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter di konsumen terakhir,” tegasnya.
Ia mengklaim penyaluran Minyakita mulai memberikan dampak positif terhadap harga minyak goreng di pasaran.
“Alhamdulillah, dengan penyaluran ini harga minyak goreng di pasaran mulai turun,” katanya.
Selain untuk stabilisasi harga, lanjut Budiwan, penyaluran Minyakita juga menjadi langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadan.
“Ini juga kami lakukan sebagai antisipasi lonjakan kebutuhan minyak goreng menjelang Ramadan,” pungkasnya.



