
Tim relawan Emergency Medical Team (EMT) RSU Aisyiyah Ponorogo telah berada di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, sejak 17 Januari 2026. Selama dua hari di lokasi terdampak bencana banjir, tim relawan langsung menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Setelah pada Ahad (18/1/2026) melakukan pelayanan kesehatan bagi warga Desa Lut Jaya, Kecamatan Rusip Antara, tim EMT kemudian bergeser ke Puskesmas Pameu atau Pamar untuk melanjutkan pelayanan kesehatan.
Salah satu relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo, dr. Taufik Nur, mengatakan pembagian tim dilakukan agar pelayanan berjalan lebih efektif dan efisien.
“Untuk efektivitas pelayanan, tim kami bagi menjadi dua. Satu tim standby di puskesmas dan satu tim lainnya melakukan pelayanan secara mobiling,” ujar dr. Taufik Nur.
Ia menjelaskan, setiap tim terdiri dari satu dokter, dua perawat, satu petugas farmasi, dan satu petugas administrasi.
“Dengan pembagian tersebut, pelayanan bisa tetap berjalan selama 24 jam,” tambahnya.
Selama bertugas di Puskesmas Pamar, tim EMT RSU Aisyiyah Ponorogo melayani sekitar 83 pasien setiap hari. Rata-rata keluhan yang dialami warga adalah batuk, pilek, serta nyeri otot akibat dampak bencana banjir.
“Dalam sehari kami melayani sekitar 83 pasien. Keluhan yang paling banyak adalah batuk, pilek, dan nyeri otot,” jelas dr. Taufik.
Lebih lanjut, dr. Taufik menyebut tim EMT RSU Aisyiyah Ponorogo diperkirakan akan berada di Puskesmas Pamar hingga 27 Januari 2026.
“Kami rencanakan bertugas sampai tanggal 27 Januari, karena perjalanan kembali ke Ponorogo membutuhkan waktu sekitar dua hari,” ungkapnya.
Sementara itu, sebelumnya RSU Aisyiyah Ponorogo mengirimkan relawan Emergency Medical Team (EMT) ke wilayah terdampak bencana di Aceh untuk masa tugas sekitar 15 hari, terhitung sejak 15 hingga 29 Januari 2026. Sebanyak delapan personel diterjunkan, terdiri dari dua dokter umum, empat perawat, satu petugas farmasi, dan satu petugas administrasi.



