
Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo mengirimkan relawan Emergency Medical Team (EMT) ke wilayah terdampak bencana di Aceh. Tim relawan tersebut akan bertugas selama kurang lebih 15 hari, terhitung mulai 15 hingga 29 Januari 2026.
Sebanyak delapan personel diterjunkan dalam misi kemanusiaan tersebut, dengan rincian dua dokter, empat perawat, satu petugas farmasi, dan satu petugas logistik.
Kabag Humas dan Pemasaran RSUA Ponorogo, Moh Arbain, mengatakan pihak rumah sakit telah lama memiliki tim tanggap bencana yang tersusun secara struktural dan siap diterjunkan sewaktu-waktu ketika terjadi bencana alam.
“Di RSUA Ponorogo memang sudah lama memiliki tim tanggap bencana yang terstruktur, sehingga ketika ada bencana alam, tim kami siap bekerja kapan saja,” ujar Moh Arbain.
Ia menjelaskan, pengiriman relawan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Emergency Medical Team (EMT) Pusat agar RSUA Ponorogo ikut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan di Aceh.
“Kebetulan ada permintaan dari EMT Pusat agar RSUA Aisyiyah Ponorogo ikut memberangkatkan relawan, sehingga kami langsung siap sedia,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak RSUA Ponorogo juga telah melakukan koordinasi dengan EMT Pusat terkait kebutuhan di masa transisi pascabencana. Dari hasil koordinasi tersebut, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah obat-obatan.
“Hasil koordinasi dengan EMT Pusat, kebutuhan paling utama saat ini adalah obat-obatan, karena pasca banjir banyak warga yang mengalami penyakit kulit dan ISPA,” jelasnya.
Melalui keterlibatan dalam misi kemanusiaan ini, RSUA Ponorogo berharap dapat mendukung respon darurat sekaligus membantu mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.



