
Pemerintah Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal, bersama BPBD Ponorogo mulai membangun tanggul darurat setelah luapan Kali Pelem merendam puluhan hektare tanaman padi di RT 3 RW 1 Dukuh Bogem.
Perangkat Desa Bedi Kulon, Painto, mengatakan bantuan alat berat dan bahan penunjang mulai didatangkan pada Minggu (2/1/2026). Warga kemudian melanjutkan dengan kerja bakti keesokan harinya.
“Minggu alat berat sudah datang, termasuk sesek bambu. Senin langsung kami tindak lanjuti bersama warga untuk membuat tanggul darurat,” jelas Painto.
Ia menerangkan, selama ini plengsengan Kali Pelem hanya berupa timbunan tanah sehingga mudah longsor saat debit air naik. Kondisi makin parah karena terjadi pendangkalan sungai.
“Plengsengan masih tanah, jadi gampang ambrol. Ditambah sungai dangkal dan saat hujan deras, sampah serta aram bambu menyumbat aliran. Air akhirnya meluap ke sawah warga,” ujarnya.
Painto menyebut pemerintah desa sudah mengusulkan normalisasi sungai kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo dan dinas terkait, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sudah mengajukan normalisasi. Harapannya ada penanganan permanen, bukan hanya darurat,” katanya.
Beruntung, lahan pertanian yang sempat terendam kini mulai surut dan sebagian besar tanaman masih bisa diselamatkan.
“Alhamdulillah air sudah turun, mudah-mudahan padi warga bisa kembali pulih,” tambahnya.



