
Pelajar masih mendominasi keterlibatan dalam kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun 2025. Dari total 776 kasus kecelakaan, tercatat 153 kejadian atau 19,71 persen melibatkan anak di bawah umur yang mayoritas merupakan pelajar.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengungkapkan, tren keterlibatan pelajar dalam kecelakaan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Keterlibatan pelajar dalam kecelakaan lalu lintas terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024 lalu, dari 756 kejadian, ada 112 kasus atau 15,21 persen yang melibatkan pelajar,” jelasnya.
Meski jumlah kecelakaan naik, angka korban meninggal dunia justru sedikit menurun. Pada 2024 tercatat 107 korban meninggal dunia, sementara pada 2025 turun menjadi 106 orang. Tidak ada korban luka berat, namun korban luka ringan meningkat dari 1.131 orang pada 2024 menjadi 1.183 orang di tahun 2025.
AKBP Andin menegaskan, pihaknya terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui edukasi dan penegakan yang lebih humanis.
“Kami rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan melakukan peneguran simpatik di lapangan. Sepanjang 2025, kami mengeluarkan sekitar 42 ribu teguran—naik lebih dari 200 persen dibandingkan 2024 yang hanya sekitar 12 ribu teguran,” ujarnya.
Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak nekat mengendarai kendaraan tanpa kelengkapan dan izin resmi.
“Kami mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor tanpa SIM. Keselamatan anak jauh lebih penting daripada sekadar kenyamanan berkendara,” tegasnya.



