
Libur Nataru dimanfaatkan banyak warga Ponorogo untuk melaksanakan ibadah umroh. Sejumlah biro perjalanan mencatat lonjakan keberangkatan hingga dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.
Pengelola salah satu biro umroh di Ponorogo, Timur Aji Hantoro, mengatakan pada Desember ini saja terdapat 4 hingga 5 kali pemberangkatan, dengan jumlah jamaah pada setiap rombongan mencapai 35—40 orang.
“Biasanya kami maksimal hanya memberangkatkan dua kali dalam sebulan. Tapi khusus musim liburan ini meningkat tajam,” ujar Timur.
Ia menyebut, tren menarik yang muncul adalah banyaknya jamaah yang berangkat dalam satu keluarga—ayah, ibu, dan anak—karena ingin merasakan wisata religi sekaligus beribadah di Tanah Suci.
“Banyak yang sengaja mengajak seluruh anggota keluarga. Mereka bilang, momen libur ini pas untuk ibadah bareng,” jelasnya.
Lonjakan permintaan diperkirakan akan terus berlangsung sejak Desember hingga memasuki bulan Ramadan tahun depan. Meski biaya paket mengalami penyesuaian, minat jamaah tetap tinggi.
“Ada kenaikan karena tiket pesawat dan hotel ikut naik. Namun kenaikannya tidak signifikan, dan sejauh ini jamaah tidak mempermasalahkan,” kata Timur.
Sebagai gambaran, paket umroh 13 hari yang biasanya berada di kisaran Rp31 juta, pada musim liburan ini naik menjadi sekitar Rp33 juta.
Biro perjalanan mengimbau calon jamaah untuk memastikan legalitas agen dan mempersiapkan dokumen sejak dini agar keberangkatan berjalan aman dan nyaman.



