
Menu makanan yang diterima siswa, dalam program MBG. (Foto/Yudi)
Memasuki masa libur sekolah, kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo sempat menjadi tanda tanya. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan hingga 4 Januari 2026 mendatang. Meski demikian, Satgas MBG Ponorogo memastikan program tetap berjalan selama masa libur panjang.
Ketua Satgas MBG Ponorogo, Agus Sugiharto, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu instruksi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait mekanisme penyaluran MBG selama libur sekolah.
“Program MBG tetap berjalan. Namun untuk teknis penyalurannya selama libur sekolah, kami masih menunggu petunjuk resmi dari BGN,” ujar Agus Sugiharto.
Menurut Agus, masih ada beberapa opsi mekanisme yang tengah dikoordinasikan, mulai dari pengambilan makanan oleh siswa di sekolah hingga kemungkinan pengantaran langsung ke rumah masing-masing penerima.
“Apakah nanti siswa mengambil makanan ke sekolah atau justru diantar ke rumah, itu masih dalam tahap koordinasi teknis. Kami menunggu arahan dari BGN,” jelasnya.
Selain menanti petunjuk teknis, Agus yang akrab disapa Ugin ini menambahkan, Satgas MBG Ponorogo dalam waktu dekat akan menggelar rapat monitoring dan evaluasi akhir tahun. Hal ini dilakukan menyusul beredarnya informasi viral terkait sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikabarkan berhenti beroperasi.
“Kami akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Akan kami telusuri kendala apa yang terjadi di masing-masing unit pelayanan,” tegasnya.
Agus yang juga menjabat sebagai Plh Sekda Ponorogo memastikan, langkah tersebut dilakukan agar program prioritas pemerintah ini tidak terhambat dan dapat kembali berjalan maksimal.
“Kami ingin memastikan program MBG tetap berjalan dengan baik dan tidak terkendala, karena ini menyangkut pemenuhan gizi anak-anak,” pungkasnya.



