
Tumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat. Sampah yang tidak segera terangkut menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu aktivitas warga, terutama di kawasan pasar.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Ponorogo, Adi Fahrianto, menjelaskan bahwa persoalan ini dipicu oleh kerusakan alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican. Akibatnya, TPA sempat tidak dapat menerima kiriman sampah dari TPS untuk sementara waktu.
“Beberapa hari lalu alat berat di TPA Mrican mengalami kerusakan, sehingga pengangkutan sampah dari TPS terhenti karena TPA tidak bisa menerima kiriman,” ujar Adi Fahrianto.
Adi menambahkan, meski saat ini kerusakan alat berat sudah berhasil diatasi, penanganan sampah di TPS membutuhkan waktu karena volume sampah yang telanjur menumpuk cukup banyak.
“Walaupun alat berat sudah normal kembali, pemindahan sampah dari TPS ke TPA tidak bisa dilakukan sekaligus. Harus bertahap karena volumenya cukup besar,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, DLH Ponorogo mengerahkan seluruh armada pengangkut sampah dan memberlakukan sistem lembur bagi petugas di lapangan.
“Seluruh armada kami turunkan dan petugas harus overtime agar penumpukan ini segera teratasi,” imbuhnya.
DLH Ponorogo menargetkan, penanganan tumpukan sampah di TPS dapat diselesaikan dalam waktu dua hari ke depan, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan tidak terganggu oleh bau sampah.



