
Momen libur sekolah Natal dan Tahun Baru membawa berkah tersendiri bagi pengusaha suvenir dan oleh-oleh khas Ponorogo. Omzet penjualan mereka tercatat meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.
Salah satunya dirasakan Widi, pengusaha suvenir dan oleh-oleh khas Ponorogo yang berlokasi di kawasan Keniten. Ia mengaku, sejak dua hari terakhir pendapatannya mengalami peningkatan signifikan meski libur sekolah baru saja dimulai.
“Kalau dibandingkan hari biasa, omzet kami naik sekitar 50 persen sejak dua hari terakhir ini. Padahal masih awal liburan,” ujar Widi, Jumat.
Menurutnya, peningkatan penjualan dipicu oleh mulai banyaknya pemudik yang datang ke Kota Reog Ponorogo. Para pemudik umumnya membeli suvenir sebagai buah tangan untuk keluarga.
“Yang paling banyak dibeli itu kaos bernuansa Reog, baik ukuran anak-anak maupun dewasa,” jelasnya.
Sementara itu, para konsumen memiliki alasan beragam dalam membeli oleh-oleh khas Ponorogo. Salah satu konsumen mengaku sengaja membelikan kaos Reog untuk cucunya.
“Ini buat cucu, biar senang dan kerasan selama di Ponorogo,” ujar salah satu pembeli.
Selain untuk keluarga di rumah, sebagian konsumen juga membeli suvenir untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh setelah liburan usai.
Tak hanya melayani pembeli lokal dan pemudik, Widi menyebut permintaan juga datang dari luar negeri. “Kami juga sering melayani pesanan dari luar negeri, seperti Taiwan dan Hongkong,” katanya.
Selain kaos bernuansa Reog, produk lain yang banyak diminati saat ini adalah wayang. Harga wayang bervariasi, tergantung bahan yang digunakan.
“Kalau wayang, harganya beda-beda. Ada yang dari kulit asli, ada juga yang dari kardus,” tambah Widi.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur Natal dan Tahun Baru, Widi mengaku telah menyiapkan stok sejak jauh hari. Ia juga bekerja sama dengan pihak ketiga agar ketersediaan barang tetap aman.
“Kami sudah bermitra dengan pihak ketiga, jadi soal stok sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari,” pungkasnya.



