
Tidak semua ayah memiliki kesempatan mengambil secara langsung rapor anaknya di sekolah. Mereka yang memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, pengambilan rapor tetap harus diwakilkan. Bahkan, memanfaatkan jasa pihak ketiga secara online menjadi salah satu alternatif.
Eko Wahid, salah satu pengusaha yang bergerak di bidang jasa online, mengaku baru pertama kali menerima orderan mengambil rapor anak di sekolah. Konsumennya tersebut mengaku bingung lantaran ia dan istrinya memiliki kepentingan mendadak di luar kota, sementara di rumah hanya ada anak dan kakeknya.
Untungnya, konsumen tersebut memastikan jika pihak sekolah sudah dihubungi dan memaklumi, sehingga saat pengambilan rapor tidak akan dipersulit. Lanjut warga Kecamatan Sukorejo tersebut, dari pihak wali kelas diarahkan pengambilan rapor pada sesi terakhir.
Ini merupakan pengalaman pertama kalinya mendapatkan orderan pengambilan rapor. Untuk tarif pengambilan rapor, tergantung jauh dekatnya lokasi sekolah tersebut.



