
Tingginya harga daging ayam potong dalam sepekan terakhir justru menguntungkan bagi sejumlah pengusaha ayam goreng siap saji (fried chicken) di Ponorogo. Dagangan mereka laris manis dibeli konsumen.
Seperti disampaikan Agung, pemilik Java Fried Chicken, mahalnya harga daging ayam menyebabkan masyarakat enggan memasak sendiri sehingga memilih membeli makanan siap saji yang dinilai lebih murah. Apalagi, usahanya tidak menaikkan harga dan ukuran porsi tetap sama.
Pihaknya mengaku sudah menjalin kontrak dengan penyuplai daging ayam, di mana meskipun harga di pasaran naik, harga dari pemasok tetap sama, begitu juga jika harga daging turun. Sehingga, kenaikan harga daging ayam di pasar tidak memengaruhi harga jualnya.
Dijelaskan, sejak sebulan terakhir jumlah pembeli meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibanding saat harga daging ayam masih normal. Hanya saja, sejak harga daging ayam meroket, permintaan ke pemasok dibatasi. Sebelumnya, berapa pun permintaan daging ayam selalu dipenuhi, namun kini ada batas maksimal.



