
Lonjakan harga tiga kebutuhan bahan pokok menjadi penyumbang Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Ponorogo pada pekan ini. Tiga komoditas tersebut yakni beras, cabai, dan bawang merah, yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan.
Anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Ponorogo, Endah Widuri, menyampaikan bahwa pada minggu pertama bulan Desember, IPH Ponorogo masih berada di angka 0,67 persen, kemudian naik menjadi 1,22 persen pada pekan kedua. Kendati demikian, kenaikan tersebut dinilai masih aman dan relatif rendah dibandingkan kabupaten tetangga seperti Ngawi, Pacitan, Madiun, dan Trenggalek yang IPH-nya berada di atas 3,5 persen.
Berdasarkan pantauan TPID, harga cabai rawit yang sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram dan mengalami fluktuasi harga setiap hari. Sementara itu, bawang merah yang normalnya Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Untuk komoditas beras, beras SPHP yang biasanya dijual Rp53 ribu per 5 kilogram naik menjadi Rp55 ribu, sedangkan beras premium dari Rp70 ribu naik menjadi Rp73 ribu. Meski harga telur dan daging ayam juga terpantau mengalami kenaikan, namun tidak signifikan sehingga tidak menjadi penyumbang utama kenaikan IPH.
Endah Widuri yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian menjelaskan, pihaknya bersama TPID terus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan stok aman. Selain menggelar operasi pasar, TPID juga melaksanakan gerakan pangan murah selama bulan Desember yang menyasar kecamatan-kecamatan di Kabupaten Ponorogo.



