
Kodim 0802/Ponorogo siap menyukseskan program pemerintah berupa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini, TNI fokus pada pencarian lahan untuk pembangunan kantor atau gerai KDKMP sesuai dengan persyaratan pemerintah.
Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Arhanud Farouk Saputra, mengakui tidak mudah mencari lahan yang tepat untuk pembangunan gerai KDKMP. Tantangan yang dihadapi di antaranya luasan lahan yang kurang hingga lokasi yang dinilai tidak strategis untuk pembangunan KDKMP.
Dari target 307 titik sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Ponorogo, hingga saat ini terdapat 127 titik yang sudah tervalidasi, memenuhi syarat, dan akan segera dibangun.
Menurutnya, yang sedang dalam proses pembangunan saat ini ada di 90 titik yang tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Bumi Reog. Selebihnya, pembangunan KDKMP akan dilakukan secara paralel sembari mencari titik lokasi baru.
Untuk kendala titik yang belum terealisasi, disebabkan desa tidak memiliki tanah kas desa. Misalnya di Kecamatan Ponorogo Kota, sehingga perlu izin kepada pemerintah daerah untuk menggunakan lahan-lahan milik pemda. Pihaknya sudah beberapa kali menggelar rapat dengan pemda untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Pemkab pun memberikan lampu hijau untuk menggunakan lahan miliknya yang berada di kelurahan, termasuk tanah kas desa yang di atasnya terdapat bangunan sekolah tidak terpakai atau sudah tidak ada muridnya, sehingga bisa dirobohkan untuk dibangun gerai koperasi.
Masih kata Letkol Arhanud Farouk, sesuai syarat, luasan gedung KDKMP sekitar 600 meter persegi dengan ketentuan harus melebar 30 meter dan memanjang ke belakang 20 meter. Sehingga banyak tanah kas desa yang luasannya tidak sesuai dengan persyaratan tersebut.
Untuk pembangunan gerai koperasi ini menggunakan sistem padat karya, di mana TNI mengerahkan warga setempat yang memiliki keahlian sebagai tukang untuk membantu proses pembangunan.
Anggaran keseluruhan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih di Ponorogo diperkirakan mencapai Rp 2,5 hingga Rp 3 miliar yang bersumber dari PT Agrinas Pangan Nasional. Anggaran tersebut mencakup pembangunan fisik gerai serta pengadaan seluruh sarana dan prasarana.



