Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Desember
  • 15
  • Ponorogo Masuk Zona Rawan Tinggi Longsor dan Banjir, BPBD Keluarkan Peringatan Dini
  • Jelajah

Ponorogo Masuk Zona Rawan Tinggi Longsor dan Banjir, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

Gema Surya FM Senin 15 Desember 2025 | 12:01 WIB
MASUN BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mengeluarkan peringatan dini bencana ke seluruh kecamatan. Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul ditetapkannya kawasan selatan dan timur Ponorogo sebagai zona risiko tinggi bencana longsor berdasarkan penetapan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Untuk zona rawan banjir, BPBD memetakan 12 kecamatan, yakni Jenangan, Ponorogo, Siman, Jetis, Balong, Mlarak, Bungkal, Kauman, Sambit, Sukorejo, Badegan, dan Jambon. Sementara itu, zona rawan longsor berada di sembilan kecamatan, yaitu Ngebel, Pudak, Sooko, Pulung, Sawoo, Sambit, Ngrayun, Slahung, dan Badegan.

Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa adanya kewaspadaan geologi dari PVMBG tersebut telah ditindaklanjuti dengan edaran kepada camat dan pemerintah desa. Ia mengakui Ponorogo memang memiliki tingkat kerentanan gerakan tanah yang sangat tinggi akibat morfologi pegunungan vulkanik, batuan yang mudah lapuk, serta daerah aliran sungai (DAS) hulu yang curam.

Wilayah selatan dan timur Ponorogo memiliki struktur tanah karst dan vulkanik yang rentan saat terjadi hujan. Lapisan tanah mudah lepas ketika menerima curah hujan tinggi. Kondisi tersebut yang membuat wilayah selatan dan timur Ponorogo sangat rawan longsor.

Menurut Masun, sekitar 60 persen kejadian bencana di Ponorogo setiap tahun merupakan bencana longsor. Oleh karena itu, BPBD Ponorogo telah mengeluarkan peringatan dini bencana kepada seluruh pemangku wilayah.

Selain memetakan zona rawan banjir dan zona rawan longsor, BPBD Ponorogo juga menetapkan 16 kecamatan berisiko cuaca ekstrem. Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan Desember hingga Januari 2026.

Pemerintah daerah juga meminta desa-desa siaga bencana untuk mengaktifkan sistem peringatan dini serta pos pantau wilayah.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Pohon Sono Tumbang di Jalan Suhat, Sempat Timpa Pengendara Motor Asal Madiun
Next: Gaji Tinggi, Hong Kong Masih Jadi Tujuan Favorit PMI Asal Ponorogo

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.