
Meski harga kacang tanah terus meroket, namun sejumlah pengusaha sate ayam di Ponorogo tidak berani menaikkan harga dagangannya. Mereka takut pelanggannya kabur gara-gara harga jualannya mahal sehingga memilih mendapatkan untung tipis. Salah satunya Syafiq, pedagang sate ayam yang sehari-hari jualan di wilayah Gupolo, tetap memasang tarif 15 ribu rupiah untuk 10 tusuk sate.
Padahal saat ini harga kacang tanah oven tembus 40 ribu rupiah per kilogramnya. Angka itu naik tajam dibanding kulakan terakhir yang masih sekitar 32 ribu rupiah per kilogramnya. Harga 32 ribu saja menurutnya sudah tinggi, sebab saat Lebaran lalu masih sekitar 23 ribu rupiah per kilogramnya.
Dijelaskan, tidak hanya kacang yang naik, namun harga bahan baku lainnya ikut naik, mulai dari ayam, cabai, hingga bawang putih. Terkadang ada pelanggan yang tidak paham dan meminta sambal banyak, namun karena ingin konsumen puas, tetap ia layani dengan baik.
Risikonya, laba saat ini sangat sedikit dan ia hanya bisa bertahan demi mempertahankan usaha orang tuanya. Warga asli Japan, Babadan, ini mengaku tidak berani kulakan kacang banyak-banyak, selain karena modal juga takut sewaktu-waktu harganya turun.



