
Proyek perbaikan jalan di Ponorogo pada 137 titik yang akhirnya gagal direalisasikan karena dana pinjaman dari Bank Jatim tidak cair membuat kalangan wakil rakyat prihatin, termasuk Sunarto, anggota Komisi C DPRD Ponorogo. Pasalnya, proyek perbaikan jalan tersebut sudah lama ditunggu masyarakat, mengingat banyak ruas jalan di Kota Reog yang kondisinya rusak parah.
Sunarto mengatakan pihaknya memahami apabila masyarakat merasa sangat kecewa. Hanya saja, DPRD juga tidak bisa berbuat banyak karena anggaran yang dijadikan tumpuan harapan merupakan dana pinjaman yang gagal cair. Ia menegaskan bahwa soal alasan kenapa pinjaman tidak bisa dicairkan merupakan kewenangan eksekutif sebagai pelaksana, sedangkan legislatif sebatas menyetujui rencana pemkab untuk meminjam Rp100 miliar ke Bank Jatim guna perbaikan infrastruktur.
Sunarto menyebut pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas PUPKP dan memastikan bahwa gagalnya proyek perbaikan 137 ruas jalan itu bukan karena adanya OTT terhadap bupati beberapa waktu lalu, melainkan murni karena pinjaman Bank Jatim tidak dapat dicairkan. Ia menambahkan, langkah yang bisa dilakukan pemkab saat ini adalah memaksimalkan anggaran yang ada agar tidak mengendap di kas daerah akibat persoalan teknis. Selain itu, DPRD berusaha lebih teliti dan cermat terkait pemanfaatan hasil efisiensi anggaran tahun depan agar bisa diarahkan pada perbaikan infrastruktur, khususnya jalan rusak.
“Kami paham masyarakat kecewa, karena kondisi jalan memang banyak yang rusak parah. Tapi dana pinjaman ini kewenangan eksekutif, kami hanya menyetujui rencana pemkab meminjam Rp100 miliar. Penting dipastikan bahwa gagalnya 137 titik perbaikan bukan karena OTT bupati, melainkan karena pinjaman tidak cair. Sekarang pemkab harus maksimalkan anggaran yang ada, jangan sampai mengendap. Tahun depan kami akan lebih cermat agar hasil efisiensi bisa diprioritaskan untuk infrastruktur.”
Seperti diketahui, pekerjaan perbaikan 137 ruas jalan di Kabupaten Ponorogo harus kandas tahun ini. Meski telah masuk dalam rencana prioritas, proyek besar dengan nilai anggaran Rp100 miliar itu tak kunjung berjalan karena dana pinjaman dari Bank Jatim belum bisa dicairkan. Kendala tersebut muncul lantaran proses akad kredit antara Pemkab Ponorogo dan Bank Jatim belum juga ditandatangani hingga pertengahan November. Padahal, dana tersebut sepenuhnya diperlukan untuk membiayai ratusan titik perbaikan jalan yang sudah disiapkan sepanjang tahun.



