
Meski rumahnya tertimbun material tanah longsor pada Rabu sore, 19 November 2025, Marjuki, warga RT 02 RW 01 Dukuh Bangun Sari, Wagir Kidul, Pulung, Ponorogo, mengaku sangat bersyukur. Hal ini karena dirinya dan enam anggota keluarganya selamat dari musibah tersebut.
Menurutnya, harta masih bisa dicari kembali, sehingga ia tidak mempermasalahkan rumahnya yang kini hancur, termasuk barang-barang berharganya seperti tiga unit sepeda motor yang ikut tertimbun tanah. Ia menjelaskan, saat kejadian seluruh penghuni rumah tengah beraktivitas di luar, termasuk dirinya yang sedang bekerja. Saat ini, ia hanya mengenakan pakaian yang dipakainya kemarin sore, karena seluruh pakaian lain tertimbun material longsor.
“Alhamdulillah keluarga saya selamat. Rumah rusak tidak apa-apa, harta bisa dicari. Yang penting nyawa masih ada. Motor dan barang-barang saya juga tertimbun, tapi itu nanti bisa diikhlaskan.”
Sementara itu, warga setempat bersama BPBD, relawan, TNI, dan Polri melakukan kerja bakti di rumah warga yang terdampak serta membersihkan jalan poros yang tertutup material longsor.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulung sejak pukul 12.30 hingga 16.00 WIB menyebabkan tanah longsor di Desa Wagir Kidul pada Rabu sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu rumah milik Jemirin tertimbun total, sementara satu rumah lainnya milik Marjuki mengalami kerusakan parah. Bahkan, dari dua rumah tersebut, tujuh kendaraan ikut terkubur material tanah.
Seorang pelajar, Nanda Tisya Okta Nabati (16), warga Banaran, Pulung, yang kebetulan sedang melintas saat kejadian, turut menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut.



