
“Harga awalnya Rp23 ribu, kemudian terus naik hingga Rp34 ribu per kilogram,” Supriati
Kenaikan harga kacang tanah memukul usaha sambal kacang di Ponorogo. Bagaimana tidak, kacang tanah merupakan bahan baku utama, sementara harganya melonjak cukup fantastis hingga Rp10 ribu per kilogram.
Suprapti, pedagang sambal kacang asal Jalan Kawung, mengatakan kenaikan harga kacang tanah terjadi sejak sepekan terakhir. “Harga awalnya Rp23 ribu, kemudian terus naik hingga Rp34 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Akibat kenaikan tersebut, omzet usahanya menurun hingga 50 persen dibanding saat harga kacang tanah masih normal. Produksi pun harus dikurangi dan hanya dilakukan berdasarkan pesanan. “Sekarang produksi by order saja,” jelasnya.
Meski harga bahan baku naik, Suprapti mengaku tidak berani menaikkan harga jual produknya yang tetap Rp70 ribu per kilogram. Menurutnya, harga itu sudah diperhitungkan sejak awal sehingga meski ada kenaikan bahan baku, ia masih bisa menutup biaya tanpa merugi.
Beruntung, harga cabai rawit saat ini sedang murah. Ia berharap tidak ada kenaikan harga komoditas tersebut. Sambal kacang produksinya dijual tidak hanya secara offline, tetapi juga online ke berbagai wilayah di Indonesia.
Adapun stok kacang tanah saat ini sangat sedikit, bahkan beberapa gudang sempat kosong sehingga ia sempat kesulitan mencari bahan baku tersebut.



