
Crew RGS dan lazizmu menyerahkan bantuan sepeda. (Foto/iik)
Tersenyum bahagia, ekspresi itulah yang terlihat jelas di wajah imut Arista Adinda Zahra, pelajar kelas 3 MI Pulosari Jambon saat menerima bantuan sepeda pancal dari RGS FM Peduli dan LazisMU Ponorogo Jumat 7 November 2025. Didampingi nenek, ibu, kakak, dan adiknya, di rumah sederhana mereka di Dukuh Krajan Desa Blembem Jambon, bocah berusia 10 tahun itu menerima kedatangan tim untuk menyerahkan sepeda yang telah lama diimpikannya.
Sepeda berwarna putih dengan keranjang hitam itu, begitu diserahkan, langsung dicoba oleh Arista berboncengan dengan sang adik yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Nur Kayati, ibu Arista, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan sepeda baru tersebut. Pasalnya, selama ini anak-anaknya harus berjalan kaki ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh untuk anak seusia SD. Karena itu, dengan adanya sepeda baru, memberikan semangat tersendiri bagi putrinya dalam menempuh pendidikan.
Sementara itu, Samurai salah satu tokoh masyarakat setempat mengaku bahwa keluarga Arista memang layak dibantu. Ayah Arista Adinda diketahui mengalami sedikit gangguan mental sehingga hidup terpisah dan tinggal di Karanglo Kidul Jambon, bersama keluarganya, sedangkan ibu Arista tidak memiliki pekerjaan tetap dan terkadang bekerja serabutan membantu tetangga mencuci atau membersihkan rumah. Bahkan, pernah terdengar informasi bahwa mereka sempat mengemis di pasar.
Rumah yang mereka tempati pun merupakan bantuan dari tetangga yang peduli, lantaran sebelumnya hampir ambruk. Ibu Nurhayati kini tinggal bersama tiga anaknya yang masih usia sekolah dan seorang ibu yang sudah lanjut usia.
Sementara Arif, penanggung jawab RGS FM Peduli, mengatakan bahwa pemberian bantuan sepeda pancal tersebut merupakan respon atas permintaan warga sekitar yang melihat Arista Adinda berjalan kaki ke sekolah setiap hari. Bersama LazisMU yang melakukan asesmen, disepakati bahwa keluarga mereka layak mendapat bantuan. Selain sepeda, LazisMU juga memberikan bantuan berupa paket sembako.



