
Razia 13 Psk di lahan mangkrak timur terminal seloaji (Hendra)
Belasan wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) terjaring dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar tim gabungan dari Satpol PP Ponorogo bersama Polsek dan Koramil Babadan serta Dinas Kesehatan (Dinkes), Senin malam (3/11/2025).
Sedikitnya 13 orang PSK diamankan petugas saat sedang mangkal di kawasan lahan mangkrak timur Terminal Seloaji, Babadan. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk tes HIV/AIDS, dan hasilnya dua orang dinyatakan positif.
Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Hendra Asmara Putra, menjelaskan bahwa razia dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas di gedung bekas terminal tersebut.
“Dari 13 perempuan yang terjaring, satu di antaranya merupakan pemain lama yang sebelumnya pernah bekerja di kawasan Pasar Janti,” terang Hendra.
Ia menambahkan, kawasan di timur Terminal Seloaji itu kondisinya sepi, gelap pada malam hari, dan terkesan kumuh. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh para PSK untuk melakukan transaksi dengan pelanggannya.
“Selain PSK, kami juga mendapati satu pasangan bukan suami istri. Saat dimintai keterangan, keduanya tidak bisa menunjukkan identitas resmi dan hanya mengaku warga Ponorogo,” imbuhnya.
Petugas kemudian melakukan pendataan terhadap belasan perempuan yang terjaring razia. Sementara dua wanita yang terindikasi positif HIV diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut.



