
Kepala Diskominfo dan Statistik Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo,
Serangan siber terus menjadi ancaman serius bagi sistem digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), dalam periode Agustus hingga September 2025 tercatat sekitar dua juta aktivitas anomali yang berpotensi menjadi serangan siber.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) Ponorogo segera mengambil langkah cepat dengan memperkuat sistem keamanan digital melalui pembentukan Ponorogo CSIRT — Computer Security Incident Response Team — yang beranggotakan petugas teknologi informasi dari seluruh perangkat daerah.
Kepala Diskominfo dan Statistik Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, menegaskan bahwa keberadaan tim CSIRT merupakan benteng utama dalam menjaga keamanan sistem digital pemerintah daerah.
“Ponorogo CSIRT adalah benteng pertama dalam menghadapi serangan siber sekaligus memastikan operasional pemerintahan tetap berjalan tanpa gangguan,” jelas Sapto.
Ia menambahkan, pembentukan tim ini bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi nasional, tetapi juga sebagai kebutuhan strategis untuk memastikan layanan publik berbasis elektronik tetap aman dan andal.
“Tim CSIRT bertugas menerima, meninjau, dan menanggapi setiap laporan insiden siber. Efektivitasnya sangat bergantung pada kecepatan respons serta kemampuan analisis terhadap potensi ancaman,” terangnya.
Menurut Sapto, tujuan utama dari pembentukan CSIRT adalah mempercepat proses mitigasi insiden dan mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang.
“Ancaman terhadap sistem digital pemerintah semakin nyata. Karena itu, kami merekomendasikan sejumlah langkah strategis seperti penerapan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun administratif, perubahan URL login standar, pemasangan SSL di seluruh subdomain, serta pembaruan rutin sistem dan plugin,” lanjutnya.
Dengan penguatan tim Ponorogo CSIRT dan penerapan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Ponorogo optimistis mampu membendung gelombang serangan siber dan menjaga layanan publik agar tetap aman, cepat, dan prima.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan digital yang aman, nyaman, dan terpercaya,” pungkas Sapto.



