
Dua rumah warga di Dusun Sombro RT 3 RW 2, Desa Sooko, Ponorogo, terancam longsor akibat saluran irigasi yang terputus sejak tahun 2021. Hingga kini, kondisi tersebut belum mendapatkan penanganan meskipun sudah menjadi perhatian pihak kecamatan dan sempat dikoordinasikan dengan BPBD.
Kerusakan saluran irigasi semakin parah karena berada di tepi jurang sedalam lebih dari 50 meter dengan area longsoran mencapai 20–30 meter. Rumah milik Hariadi dan Kemun menjadi yang paling terdampak karena berjarak hanya sekitar tiga meter dari titik rawan.
Ketua Forum Solidaritas Masyarakat Sooko, Pujiana, menyampaikan bahwa warga berinisiatif melakukan urunan untuk membeli paralon sebagai saluran darurat agar air tetap bisa dialirkan ke sawah. Namun, aliran air masih belum lancar.
Pada musim kemarau air cenderung mengalir baik karena tidak tercampur air permukiman, tetapi saat musim penghujan kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air sehingga meluber dan memperparah potensi longsor.
Saluran irigasi tersebut masih dimanfaatkan warga untuk pengairan sawah, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini membuat warga melakukan gotong royong setiap pekan guna mengalihkan aliran air sementara dan mencegah longsor meluas.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak agar tidak menimbulkan bencana yang lebih besar.



