
Sebuah rumah milik Suyati, warga RT 3 RW 1 Dukuh Krajan Timur, Desa Kutu Wetan, Kecamatan Jetis, Ponorogo, rusak parah akibat disambar petir pada Selasa sore, 28 Oktober 2025. Bagian atap bangunan utama yang biasa digunakan sebagai ruang keluarga hancur setelah terkena sambaran petir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena saat peristiwa terjadi, Suyati dan anak-anaknya berada di depan rumah.
Agus Santoso, anak pemilik rumah, menceritakan bahwa saat kejadian sekitar pukul 15.30 WIB, ia sedang berada di bagian depan rumah bersama seorang pekerja.
“Waktu itu hujan tidak terlalu deras, tiba-tiba terdengar suara petir begitu keras. Saya tidak menyangka kalau sambaran petir itu mengenai genteng rumah bagian tengah,” ungkapnya.
Agus baru mengetahui genteng rumahnya rontok setelah tetangga datang memberi tahu.
“Saat dicek di ruang tengah, ternyata gentengnya sudah banyak yang jatuh. Bahkan sambungan Wi-Fi juga tersambar petir. Plafon kamar sampai roboh,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Nana Krisdiana, menantu dari pemilik rumah. Ia mengaku kaget mendengar suara petir yang sangat keras saat kejadian.
“Saya tidak menyangka petir itu menyambar bagian tengah rumah sampai gentingnya rontok. Saat kejadian, saya dan mertua sedang di dapur. Baru tahu genteng melorot setelah diberi tahu tetangga,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta. Pihak desa bersama BPBD Ponorogo, TNI, dan Polri sudah melakukan pengecekan lokasi pasca menerima laporan.
Sementara itu, dari pantauan jurnalis Radio Gema Surya, warga sekitar tampak melakukan kerja bakti pada Rabu pagi, 29 Oktober 2025, untuk memperbaiki dan menaikkan kembali genteng rumah yang rontok akibat sambaran petir.



