
Tren “Tepuk Sakinah” dari Kantor Urusan Agama (KUA) tengah menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial, khususnya platform TikTok. Aksi tepuk tangan sederhana yang diiringi lirik singkat tersebut banyak dipraktikkan oleh calon pengantin, bahkan kerap dipandu langsung oleh penghulu sesaat setelah prosesi ijab kabul.
Di balik kesederhanaannya, “Tepuk Sakinah” merupakan program yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) dengan tujuan menanamkan lima pilar utama dalam kehidupan rumah tangga.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Nurul Huda, dalam keterangannya menyampaikan bahwa “Tepuk Sakinah” merupakan metode ice breaking atau pemecah suasana yang diperkenalkan melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA. “Program ini dimaksudkan agar calon pengantin lebih mudah mengingat serta memahami lima pilar keluarga sakinah,” jelasnya.
Adapun lima pilar keluarga sakinah tersebut meliputi janji kokoh, berpasangan, saling berbuat baik, musyawarah, serta saling rela dan menyenangkan.
Lebih lanjut, Nurul Huda menambahkan, dengan penerapan kelima pilar tersebut diharapkan dapat terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta membawa keberkahan.
Pihaknya juga menyatakan optimisme bahwa program pembinaan seperti “Tepuk Sakinah” mampu memberikan kontribusi positif dalam menekan angka perceraian yang masih tergolong tinggi di Kabupaten Ponorogo. “Kami berharap, melalui program sederhana ini, para calon pengantin dapat memiliki bekal yang cukup dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan,” pungkasnya.



