
Stok pupuk yang dikatakatan Dispertahankan aman atau mencukupi, dipertanyakan kalangan petani di Sukorejo. Mereka bilang stok pupuk sangat langka dan harus mencari keluar daerah meski dengan harga yang mahal. (Foto/Istimewa)
Kalangan petani di wilayah Sukorejo mempertanyakan klaim Dinas Pertanian Ponorogo yang menyebut ketersediaan pupuk bersubsidi aman hingga akhir tahun ini.
Pasalnya, hingga saat ini petani masih kesulitan mendapatkan pupuk, bahkan selama dua bulan terakhir tidak diketahui keberadaannya.
Seperti disampaikan Ratna, petani di Sukorejo, petani sangat membutuhkan pupuk bersubsidi di musim tanam ini.
“Tapi stok pupuk subsidi kosong alias tidak diketahui apakah belum ada penyaluran atau faktor lain,” tegas Ratna.
Karenanya, pernyataan Dinas Pertanian yang mengklaim stok pupuk aman menyakiti hati petani karena tidak sesuai dengan realita yang ada.
“Selama ini, kita para petani hanya bisa bungkam dan mengusahakan sendiri dengan mencari pupuk di wilayah lain meski ya harganya lebih mahal,” ujar Ratna.
Semestinya harga pupuk bersubsidi sekitar Rp125 ribu per sak, namun jika mencari di daerah lain bisa tembus di atas Rp200 ribu.
Sebelumnya, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani aman hingga akhir tahun ini.
Kabar baik itu disampaikan Tamar Mahara, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dispertahankan, bahwa sisa alokasi pupuk bersubsidi saat ini masih sekitar 40%.
Jumlah tersebut tergolong aman, terlebih pihak dinas telah mengajukan realokasi tambahan pupuk pada bulan ini. Langkah ini merupakan realokasi ketiga yang telah diajukan. (rl/ab)



