
Ponorogo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo melaporkan adanya 114 kasus baru HIV yang ditemukan dalam kurun waktu delapan bulan terakhir, yakni Januari hingga Agustus 2025.
Data Dinkes menunjukkan, temuan kasus paling banyak berasal dari kelompok pelanggan seks, wanita pekerja seksual (WPS), dan lelaki seks dengan lelaki (LSL).
“Penemuan kasus baru HIV terjadi setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan kesehatan, terutama melakukan hubungan seksual yang berisiko dan menyimpang,” ungkap Anik Setyarini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Senin (15/9/2025).
Dari total kasus baru tersebut, dua di antaranya adalah balita yang tertular dari ibunya yang positif HIV. Selain itu, penyebaran kasus juga ditemukan di berbagai kelompok usia, mulai dari pelajar berusia 15–19 tahun hingga usia produktif di atas 25 tahun. Mirisnya, lima orang calon pengantin juga terkonfirmasi positif HIV.
Dinkes Ponorogo terus berupaya menekan angka penyebaran dengan melakukan skrining wajib dan rutin pada populasi kunci, seperti ibu hamil, calon pengantin, warga binaan pemasyarakatan, serta wanita pekerja seksual. “Skrining sejak dini diharapkan bisa membantu penanganan dan pengobatan, sekaligus mencegah penularan ke orang lain,” tambah Anik.
Sebagai informasi, tahun ini Dinkes Ponorogo menargetkan 14.888 orang menjalani skrining HIV. Hingga akhir Agustus 2025, setidaknya 7.829 orang telah mengikuti skrining tersebut.



