
Ponorogo – Tak pernah kering ide dalam membangun desanya, itulah sosok inspiratif Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Subarno. Sejak dua bulan terakhir, ia merintis usaha peternakan yang diberi nama Ayam Merdeka.
Kepada Gema Surya, Subarno menjelaskan bahwa ayam merdeka adalah sebutan bagi ayam ras atau petelur yang dipelihara dengan sistem berbeda. Jika umumnya ayam petelur ditempatkan di ruang sempit hanya untuk bertugas memproduksi telur, maka konsep ayam merdeka dibuat dalam bentuk koloni.
“Satu kandang berukuran 4×4 meter diisi 25 ekor ayam petelur ditambah satu ekor ayam jago. Hasilnya, produktivitas tetap tinggi di atas 80 persen, tetapi ayam lebih sehat karena tidak stres,” jelasnya.
Menurut hasil pengamatannya, keberadaan ayam jago dalam satu kandang mampu memicu semangat ayam betina. “Ayam jadi lebih rajin dan ceria. Hewan juga punya naluri, mereka ingin bebas dan tertarik dengan lawan jenis. Kalau dipaksa di ruang sempit, ayam gampang stres,” tambah Subarno.
Konsep ayam merdeka, lanjutnya, memberikan kebebasan yang tetap terkontrol. Ayam lebih menyatu dengan alam maupun manusia, sehingga kesehatannya lebih terjaga.
Tak hanya itu, pola ini juga diyakini mampu mendorong ekonomi kerakyatan. “Banyak warga enggan berusaha karena takut modal besar. Dengan konsep ini, mereka bisa memulai dari skala kecil, bahkan hanya beberapa ekor saja. Sudah ada belasan orang datang untuk belajar pola ayam merdeka ini,” ungkapnya.



