
Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus campak di Kota Reyog. Meski demikian, dua warga dinyatakan positif terjangkit rubella setelah hasil uji laboratorium keluar dari Surabaya.
Hal itu disampaikan Anik Setyarini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo.
“Ponorogo nihil campak, tapi memang ada dua warga yang positif rubella. Satu anak usia 3 tahun dan satu lagi orang dewasa berusia 30 tahun,” terang Anik.
Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya mencurigai adanya gejala campak dari beberapa warga yang mengalami panas tinggi disertai ruam. Dinkes kemudian mengambil spesimen dan mengirimkannya ke laboratorium di Surabaya.
“Hasilnya bukan campak, melainkan rubella. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” tegasnya.
Anik menambahkan, capaian imunisasi di Ponorogo sudah sangat tinggi. “Cakupan imunisasi campak kita 100 persen. Itu sebabnya sampai sekarang tidak ditemukan kasus campak di Ponorogo,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dengan gejala yang muncul. “Kalau ada panas tinggi disertai ruam, bercak merah di seluruh tubuh, itu perlu diwaspadai. Biasanya ketika panas sudah turun, warga merasa sehat lalu beraktivitas seperti biasa. Padahal itu harus diperhatikan,” katanya.
Ia juga menekankan, penyakit campak dan rubella sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. “Seperti difteri, campak, tetanus, polio, maupun rubella, semua bisa dicegah dengan imunisasi lengkap,” pungkasnya.



