
Satgas Penghijauan akan menambah empat sumur biopori berukuran jumbo di sekitar perkantoran Pemkab Ponorogo, Jalan Alun-alun Utara.
Ketua Satgas Penghijauan, Bambang Suhendro, menyampaikan bahwa sebelumnya sudah ada empat sumur biopori jumbo di sisi timur kantor pemkab sebagai demplot atau percontohan. Biopori jumbo ini dibangun untuk menampung sampah organik harian.
“Rencananya kami tambah lagi empat unit. Dua sumur biopori jumbo ditempatkan di sisi tengah dan dua unit di sisi barat untuk mengcover sampah organik di perkantoran sisi barat,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana membangun empat sumur biopori jumbo di Pasar Legi. Sumur biopori tersebut berdiameter 1 meter dengan kedalaman 4 meter.
Menurut Bambang, limbah organik harian akan diolah melalui biopori dengan memanfaatkan peran mikroorganisme dan cacing tanah. Hal ini penting karena 60–65 persen sampah di Ponorogo berupa organik.
Program ini diharapkan bisa menjadi percontohan pengelolaan sampah mandiri. Selain menekan produksi sampah, biopori juga bernilai ekonomis. Warga diharapkan ikut menerapkannya sehingga Ponorogo tidak hanya hijau karena pohon baru, tetapi juga bersih dari sampah sekaligus memiliki cadangan air tanah.



