
Pemerintah Desa Tugu Rejo Slahung, Ponorogo, gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ratusan kepala keluarga di desa ini menggantungkan hidupnya dari hutan, baik dengan mengolah lahan perhutani untuk pertanian maupun sebagai penyadap pinus.
Kepala Desa Tugu Rejo, Siswanto, mengatakan bahwa warga harus ikut menjaga kelestarian hutan karena jika hutan rusak, masyarakat juga akan dirugikan. Oleh karena itu, sosialisasi terus dilakukan di tingkat RT dan melalui grup WhatsApp agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau ilalang di kawasan hutan selama musim kemarau.
Saat ini, memasuki masa tanam, ada kebiasaan warga membakar sampah untuk membersihkan lahan yang akan ditanami. Pihak desa akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk melakukan sosialisasi dan edukasi dengan menempelkan pamflet dan terjun langsung ke masyarakat.
Dengan cara tersebut, dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Tugu Rejo berhasil menjadi zero kasus karhutla. Jika terjadi kebakaran, kemungkinan besar disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan karena wilayah hutan berada di pinggir jalan.



