
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan memberikan piagam penghargaan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Gentan Hijau Berseri, Desa Ngurpit, Jenangan, Ponorogo. Penghargaan ini diberikan atas peran aktif kelompok tersebut dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati, penyelamatan satwa liar, serta pelestarian merak hijau sejak 2024.
Ketua KTH Gentan Hijau Berseri, Edy Kurniawan, mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan tersebut. Penyerahan dilakukan langsung oleh Dirjen KSDAE, Prof. Dr. Safyawan Pudyatmoko, saat berkunjung ke penangkaran merak di wilayah Ponorogo pada Selasa (26/8).

Dalam kunjungan itu, Safyawan juga menghadiri undangan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) untuk mengisi kuliah umum bertema penyelamatan alam, baik flora maupun fauna.
Saat ini KTH Gentan Hijau Berseri mengelola tiga lokasi penangkaran burung merak hijau dengan jumlah populasi sekitar 200 ekor. Kelompok yang beranggotakan 15 orang tersebut bahkan tengah melakukan uji coba pelepasliaran lima ekor merak ke lingkungan sekitar pemukiman, setelah masyarakat setempat mendapat edukasi untuk ikut menjaga satwa tersebut.
Merak hijau diketahui semakin langka dan berstatus terancam punah. Upaya konservasi melalui penangkaran diharapkan mampu melindungi satwa endemik itu dari ancaman kepunahan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.



