
Sebuah tempat wisata edukatif di Ponorogo mendadak viral di media sosial setelah banyak pengunjung membagikan keseruan mereka saat bermain dan belajar langsung di alam terbuka. Tempat ini bernama Dalem Kerto, yang berlokasi di Gentan, Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.
Dalem Kerto merupakan perpaduan antara agrowisata jambu kristal, penangkaran merak, dan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S). Tak hanya menawarkan pemandangan asri, pengunjung juga bisa merasakan langsung pengalaman memetik jambu kristal, memanen bunga telang untuk teh, hingga belajar menanam dan membuat kompos.
“Kami mengusung konsep eduwisata, di mana pengunjung tidak hanya berwisata, tetapi juga bisa belajar langsung dari alam. Mulai dari mencangkok tanaman, merawat kambing dan sapi, memasak, menangkap ikan, sampai menanam sayuran,” ujar Edy Kurniawan, pemilik Dalem Kerto.
Edy menjelaskan bahwa usaha ini juga melibatkan masyarakat sekitar. Ia menggandeng warga satu dukuh untuk ikut serta mengembangkan kawasan tersebut sebagai kampung jambu kristal.
“Kami mengajak masyarakat sekitar untuk berkolaborasi agar wilayah ini bisa berkembang menjadi kampung jambu kristal. Jadi manfaatnya tidak hanya untuk wisata, tapi juga untuk pemberdayaan ekonomi lokal,” jelasnya.
Salah satu daya tarik utama di Dalem Kerto adalah penangkaran merak. Saat ini terdapat tujuh jenis merak yang dikembangbiakkan di lokasi tersebut. Bahkan, rencananya merak-merak ini akan dilepas secara semi-liar di sekitar kawasan, mirip seperti ayam kampung.
“Selasa besok kami akan menerima kunjungan dari Ditjen KSDAE – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, yang ingin melihat langsung penangkaran merak di sini. Rencananya, beberapa merak akan dilepas liar agar lebih alami,” kata Edy.
Dalem Kerto kini menjadi destinasi favorit outing class bagi para pelajar, serta menjadi alternatif wisata keluarga yang ingin menyatu dengan alam.
“Setiap hari ada puluhan pengunjung, mulai dari masyarakat umum hingga siswa yang datang untuk kegiatan edukasi lapangan,” tambah Edy.



