
Harga gabah di musim panen kali ini belum berpihak kepada petani, khususnya di wilayah Sukorejo. Sejak dua pekan terakhir, harga gabah kering panen turun dari Rp7.500 per kilogram menjadi Rp6.500 per kilogram.
Ratna, salah satu petani setempat, mengaku pusing dengan anjloknya harga gabah yang kini tidak sampai Rp7.000 per kilogram.
“Awal Agustus harga masih bagus, tapi setelah perayaan 17 Agustus harganya terus menurun hingga Rp6.500 per kilogram,” keluhnya.
Dengan harga tersebut, petani jelas merugi karena biaya tanam cukup tinggi, apalagi sempat terdampak serangan hama wereng. Informasi yang diterima para petani, para pedagang kini membeli gabah sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) karena khawatir terkena operasi.
“Kalau kena operasi, dendanya besar. Jadi pedagang beli sesuai aturan pemerintah, bukan lagi berdasarkan kesepakatan dengan petani,” tambah Ratna.



